Senin, 02 April 2012

Bukan Aksi "BALAS DENDAM"
Seorang pelatih yang bijak sekiranya mampu menerapkan bukan hanya pengalaman tapi juga ilmu yang di dapat dari pelatihan-pelatihan atau workshop tentang ilmu olahraga, yang disesuaikan dengan cabang olahraga Taekwondo. Beberapa pelatih yang dulunya seorang atlet biasanya ketika menjadi seorang pelatih cenderung menerapkan model latihan tempoe dulu. Dimana dulu seorang pelatih beranggapan bahwa latihan sampai muntah atau bahkan pingsan dianggap bahwa metode latihannya berhasil. Sebenarnya ini adalah ciri khas seorang pelatih yang "overacting" yang ingin memberikan kesan (image) bahwa dia adalah seorang pelatih yang keras dan pekerja keras dan percaya bahwa setiap latihan atlet harus digenjot sampai kelelahan. Setiap latihan atlet pasti mengalami lelah, tapi dalam hal ini harus diimbangi dengan waktu recovery atau istirahat yang cukup, sehingga selanjutnya atlet mampu menerima materi latihan dengan lebih baik karena kondisi telah pulih. Intinya adalah prinsip keseimbangan antara beban latihan dan waktu istirahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar